This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, March 11, 2012

Tugas 3: Kesalahan Penalaran

Kesalahan Penalaran yang terjadi dalam aktivitas berpikir karena penyalahgunaan bahasa (verbal) dan/atau relevansi (materi) . Kesesatan (fallacia, fallacy) merupakan bagian dari logika yang mempelajari beberapa jenis kesesatan penalaran sebagai lawan dari argumentasi logis. Kesesatan karena ketidaktepatan bahasa antara lain disebabkan oleh pemilihan terminologi yang salah sedangkan ketidaktepatan relevansi bisa disebabkan oleh :
1. pemilihan premis yang tidak tepat (membuat premis dari proposisi yang salah), atau
2. proses penyimpulan premis yang tidak tepat (premisnya tidak berhubungan dengan kesimpulan yang akan dicari).

Menurut Sumarsono, seasat piker adalah proses penalaran atau argumentasi yang sebenarnya tidak logis, salah arah, menyesatkan, suatu gejala berpikir yang salah yang disebabkan pemaksaan prinsip – prinsip logika tanpa memperhatikan relevansinya. Kesesatan penalaran terdapat pada siapa saja bukan kesesatan dalam fakta – fakta, tetapi dari bentuk penarikan kesimpulan yang salah karena tidak dari premis – premis yang menjadi acuan,

Ada 2 jenis kesalahan penalaran :
kesalahan penalaran induktif, berupa :
a. kesalahan karena generalisasi yang terlalu luas
b. kesalahan analogi
c. kesalahan penilaian hubungan sebab-akibat

Sedangkan, kesalahan penalaran deduktif berupa :
a. kesalahan karena kesimpulan terlalu luas/tidak dibatasi
b. kesalahan karena premis mayor tidak dibatasi
c. kesalahan karena adanya term keempat
d. kesalahan karena adanya 2 premis negatif

Faktor-faktor yang meyebabkan salah nalar dapat terjadi, yaitu :
Generalisasi Terlalu Luas
Disebabkan oleh jumlah premis yang mendukung generalisasi tidak seimbang dengan besarnya generalisasi itu sehingga simpulan yang diambil menjadi salah.
Deduksi yang salah
Disebabkan oleh deduksi yang salah merupakan salah nalar yang sangat sering dilakukan seseorang. Hal ini terjadi karena orang salah mengambil simpulan dari suatu silogisme dengan diawali oleh premis yang salah atau tidak memenuhi syarat.
Pemilihan Terbatas Pada Dua Alternatif
Salah nalar ini dilandasi oleh penalaran alternatif yang tidak tepat dengan pemilihan “ini” atau “itu”.
Penyebaban yang salah nilai
Salah nalar jenis ini disebabkan karena kesalahan menilai sesuatu sehingga mengakibatkan terjadi pergeseran maksud. Orang tidak menyadari bahwa yang dikatakan itu adalah salah.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/
http://tentangndha.blogspot.com/2011/03/penalaran.html
http://zamroniye.wordpress.com/2011/06/11/kesalahan-dalam-berfikir/

Tugas 2: Metode Penalaran

Penalaran memiliki 2 jenis yang umum, yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif.

Penalaran Induktif
Adalah metode penalaran yang memiliki konsep berpikir dengan sifat bertolak atau berlawanan dari hal-hal yang khusus menjadi umum bentuknya. Dengan kata lain, cara metode ini menarik suatu kesimpulan yaitu menghasilkan pernyataan bersifat umum dari pernyataan-pernyataan yang sifatnya khusus. Yang termasuk penalaran induktif yaitu :

1. Generalisasi
Merupakan penarikan kesimpulan umum dari pernyataan atau data-data yang ada.
Dibagi menjadi 2 :
a. Generalisasi Sempurna / Tanpa loncatan induktif 
Fakta yang diberikan cukup banyak dan meyakinkan.
Contoh :
- Sensus Penduduk.
- Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, baja memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jadi, jika dipanaskan semua logam akan memuai.
b. Generalisasi Tidak Sempurna / Dengan loncatan induktif
Fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada.
Contoh :
Setelah kita menyelidiki sebagian bangsa Indonesia bahwa mereka adalah manusia yang suka bergotong-royong, kemudian kita simpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang suka bergotong-royong.

2. Analogi
Merupakan penarikan kesimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Pada analogi biasanya membandingkan 2 hal yang memiliki karakteristik berbeda namun dicari persamaan yang ada di tiap bagiannya.
Tujuan dari analogi :
- Meramalkan kesamaan.
- Mengelompokkan klasifikasi.
- Menyingkapkan kekeliruan.

3. Kausal
Merupakan proses penarikan kesimpulan dengan prinsip sebab-akibat.
Terdiri dari 3 pola, yaitu :
a. Sebab ke akibat => Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat ke kesimpulan sebagai efek.
b. Akibat ke sebab => Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat ke kejadian yang dianggap penyebabnya.
c. Akibat ke akibat => Dari satu akibat ke akibat lainnya tanpa menyebutkan penyebabnya.

Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.Contoh; Jika meneliti konsumsi rumah tangga untuk minyak, maka sebelum turun ke lapangan yang dipersiapkan adalah teori konsumsi, permintaan dan penawaran barang, dll; pertanyaan yang akan diajukan sudah jelas dan hampir baku, sampelnya jelas, dll artinya sudah disiapkan semua tinggal cari data.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://tienivie.wordpress.com/2011/10/28/penalaran/
http://aderiska-pilyang.blogspot.com/2011/02/metode-penalaran-deduktif.html

Tugas 1: Definisi Penalaran

Berdasarkan arti katanya, penalaran bermakna proses berpikir untuk menentukan sebuah kebenaran,
Berikut Pengertian Penalaran dari Berbagai Sumber:
Berdasarkan e-learning gunadarma
Penalaran adalah bentuk tertinggi dari pemikiran. Secara sederhana penalaran dapat diartikan sebagai proses pengambilan kesimpulan berdasarkan proposisi-proposisi yang mendahuluinya.

Berdasarkan Wikipedia
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.

Berdasarkan Kamus Besar Indonesia
a. Cara (perihal) menggunakan nalar; pemikiran atau cara berpikir logis; jangkauan pemikiran. Contoh : kepercayaan takhayul serta – yang tidak logis haruslah dikikis habis
b. Hal yang mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan atau pengalaman
c. Proses mental dengan mengembangkan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip

Pengertian Penalaran Menurut Para Ahli:

Bakry (1986:1) menyatakan bahwa Penalaran atau Reasoning merupakan suatu konsep yang paling umum menunjuk pada salah satu proses pemikiran untuk sampai pada suatu kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui.
Suriasumantri (2001:42) mengemukakan secara singkat bahwa penalaran adalah suatu aktivitas berpikir dalam pengambilan suatu simpulan yang berupa pengetahuan.
Keraf (1985:5) berpendapat bahwa penalaran adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta, petunjuk atau eviden, menuju kepada suatu kesimpulan.

Ciri-ciri Penalaran 
Dikatakan sebagai penalaran apabila memiliki ciri – ciri :
1. Memiliki logika, adanya suatu pola berpikir yang secara luas.
2. Memiliki sifat analitik dari proses berpikir. Analisis hakekatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu. Perasaan intuisi merupakan cara berpikir secara analitik.

Sumber:
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/filsafat_ilmu/bab6-penalaran.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran

Sunday, November 27, 2011

Tugas 3 Bahasa Indonesia


AMPUHNYA KEKUATAN INTERNET
          Salah satu kekuatan Barack Obama (47) adalah memanfaatkan internet untuk menjaring pendukung dalam kampanye-kampanyenya dan mengumpulkan dana secara “online”. Barack Obama memiliki situs-situs jejaring sosial yang populer tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di banyak negara di dunia, mulai dari Facebook, MySpace, Linkedin, YouTube, Friendster, hingga Twitter.
         Obama, Senator Illionis ini, mampu mengalahkan Hillary Clinton, Senator New York, saat Konvensi Partai Demokrat. Kini dia menang atas John McCain dari Partai Republik dalam pemilihan 4 November. Saat pertarungannya dengan Hillary, Obama mengantongi dana 38 juta dollar AS selama kampanye dan hanya berutang 2 juta dollar AS. Adapun Hillary hanya memperoleh 6 juta dollar AS dan utangnya untuk kampanye membengkak 21 juta dollar AS.
Mengapa? Padahal Hillary memiliki nama besar dan popularitas. 
Obama memanfaatkan internet.
        Obama memperoleh sumbangan dana kampanye lewat online hanya 5 dollar AS per orang, tetapi disumbang oleh jutaan orang.
Hillary masih menggunakan pola lama berkampany, termasuk mencari dana. Hillary melupakan faktor kunci dalam dunia baru politik di AS, yaitu jejaring sosial.  Ibaratnya, Hillary masih menggunakan AOL,Obama sudah memanfaatkan jejaringsosial Facebook. Hillary masih PC, Obama sudah sebuah Mac.
Jejaring Sosial
        Menguasai komunikasi publik memang salah satu kunci kemenangan. Franklin Delano Roosevelt menggunakan radio dan Jon F. Kennedy memanfaatkan televisi untuk menggapai kemenangan. Kini Barack Obama menggunakan internet sebagai media sosial, menyapa masyarakat akar rumput melalui teknologi komunikasi yang berkembang amat pesat. Cek di Facebook, banyak ditemukan grup pendukung Obama.
       Namun, Obama bukan politisi Amerika pertama yang memanfaatkan jejaring sosial untuk menuju kursi kepresidenan. Howard Dean memnggunakan meetup.com saat nominasi Partai Demokrat dalam pemilihan Presiden tahun 2004. Dean saat itu berhasil mengumpulkan 27 juta dollar AS melalui online.
        Pakar komunikasi Phil Noble, sepert dilansir BBC, menyebutkan, Obama meraih hampir 1 milyar dollar AS selama kampanye tahun 2008. Jumlah ini 12 kali lebih banyak dibandingkan dengan perolehan John Kerry, yang juga memperoleh dana kampanye lewat cara yang sama tahun 2004.
        Yang pasti, Obama dan tim suksesnya betul-betul memanfaatkan internet sebagai alat menuju kemenangan. Hal ini tidaklah heran karena di AS sebesar 71,9 % atau 218,3 juta dari 303,8 juta penduduknya menggunakan internet (catatan InternetWorldStats hingga November 2007). Bahkan internet merupakan bagian utama kehidupan politik Amerika.
         Sampai akhir Oktober lalu, Obama memiliki lebih dari 1,7 juta sahabat di Facebook, beberapa di antaranya warga negara Indonesia, dan 510.000 teman di MySpace. Sebaliknya, McCain punya 309.000 teman di Facebook dan 88.000 di MySpace. Mengapa jumlah sahabat McCain di jejaring sosial lebih sedikit, ini bisa jadi karena faktor usia. McCain yang berusia 72 tahun kurang diminati penggemar Facebook dan MySpace yang sebagian besar kaum muda.
         Di jejaring sosial Twitter, Obama memiliki lebih dari 45.000 pengikut. Semua aktifitasnya diinformasikan melalui jejaring sosial tersebut langsung kepada sahabat-sahabatnya. Jutaan orang di dunia, tidak hanya di Amerika, dapat menyaksikan pidato Obama melalui YouTube. Obama juga memiliki blog pribadi, mengajak pendukungnya berperan serta dalam pengumpulan dana melalui online.
Tidak seperti pesaingnya, McCain, Obama menulis surat elektronik (e-mail) pribadinya dan menciptakan video-video eksklusif untuk pendukung online-nya.
         Yang menarik juga, video musik Yes We Can yang ditayangkan di YouTube, dengan bintang tamu antara lain Jesse Dylan, Will.i.am, Common, Scarlett Johansson, Tatyana Ali, John Legend, Herbie Hancock, Kate Walsh, Kareem Abdul Jabbar, Adam Rodriguez, Kelly Hu, Amber Valetta, Eric Balfour, Aisha Tyler, Nicole Scherzinger, dan Nick Cannon, dalam dua hari setelah dirilis diklik 698.934 kali.
         Phil Noble menyebutkan, dua jutapendukung Obama bertindak sebagai sukarelawan selama masa kampanye, itu kunci penting kemenangan bersejarah ini. Prof. Thomas Patterson dari Universitas Harvard, Inggris memperkirakan, popularitas Obama dalam jejaring sosial menarik para pemilih muda dan kalangan terdidik Amerika.
         Obama dan tim suksesnya telah mengubah cara politisi menarik publik Amerika, termasuk mengumpulkan dana kampanye melalui online. Obama telah memindahkan politik kepresidenan masuk ke abad digital.

Kompas, Kamis 6 November 2008




I. Data Publikasi
a. Judul: AMPUHNYA KEKUATAN INTERNET
b. Penulis: Kompas
c. Penerbit: Koran Kompas, Kamis, 6 November 2008
d. Website:  http://nasional.kompas.com/read/2008/11/06/06382584/Ampuhnya.Kekuatan.Internet
e. No. Halaman: -
f. Tema: Teknologi dan Internet.

II. SINOPSIS

Semua pasti sudah tidak asing lagi dengan sosok ini yang bernama Barack Obama,
Ya, Presiden Amerika Serikat itu memanfaatkan internet untuk menjaring pendukung dalam kampanye-kampanyenya dan mengumpulkan dana secara “online”. Barack Obama memiliki situs-situs jejaring sosial yang populer tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di banyak negara di dunia, mulai dari Facebook, MySpace, Linkedin, YouTube, Friendster, hingga Twitter.
Sampai akhir Oktober lalu, Obama memiliki lebih dari 1,7 juta sahabat di Facebook, beberapa di antaranya warga negara Indonesia, dan 510.000 teman di MySpace, saingannya Mc Cain juga dapat dikalahkannya dalam hal popularitasnya dalam jejaring social, Obama pun mendapatkan dana kampanye lewat online hanya 5 dollar AS per orang, tetapi disumbang oleh jutaan orang.
Begitu Ampuhnya kekuatan Internet hingga Obama juga mampu mengalahkan Hillary Clinton yang sama-sama popular dalam jejaring social, namun Obama bisa sedikit lebih Update dalam hal jejaring social dibandingkan dengan para pesaingnya sehingga ia bisa mendapatkan hati yang banyak dari para warga di Amerika Serikat.

III. Keunggulan

Dari artikel ini kita bisa mendapatkan sedikit info menarik mengenai kekuatan Internet dan juga jejaring social yang bisa membangun suatu Popularitas kepada setiap orang, Obama melakukan kampanyenya melalui Media Social di Internet jadi dia tidak harus repot-repot untuk bolak balik berpergian untuk melakukan kampanye, Obama dan tim suksesnya telah mengubah cara politisi menarik publik Amerika, termasuk mengumpulkan dana kampanye melalui online. Obama telah memindahkan politik kepresidenan masuk ke abad digital.

IV Kelemahan

Sayangnya dalam artikel ini hanya membahas jejaring social dapat dilakukan sebagai alat kampanye modern tetapi tidak dibahas bahwa jejaring social juga bisa dijadikan sebagai pembangun kekuasaan untuk menjatuhkan kekuasaan yang sedang berdiri, seperti ketika warga Mesir melakukan demonstrasi besar-besaran menuntut Presiden Mesir Hosni Mubarak untuk turun dari jabatannya, mereka dikumpulkan hanya melalui media Internet dan juga jejaring social.

V Pendapat Akhir

Artikel ini sangat bagus dan juga sangat menginspirasi bagi siapa saja yang membacanya, kita juga bisa mengetahui dampak positif dan dampak negatifnya dari penggunaan Teknologi Internet dan khususnya dalam hal penggunaan media Jejaring Sosial khususnya sebagai alat untuk melakukan kampanye partai oleh Barrack Obama.


Saturday, November 5, 2011

Tugas Bahasa Indonesia: Analisis Diksi

Paradigma "Ndeso" tentang Internet

Ndeso? Kata sifat yang agak begitu pedes, namun bisa jadi sebuah sindiran halus karena kata tersebut memang sering digunakan untuk mengisi waktu luang dengan bercanda. Kali ini saya mau membahas tentang sebuah paradigma yang salah tentang internet. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi yang begitu cepat, orang jadi semakin mudah mendapat berita terbaru, tips trik, dan lain-lain, hanya dengan internet. Namun masih banyak juga yang berfikir, internet itu hanya menambah dosa, isinya tidak berguna, dan lain-lain.
Internet itu mudah, ada search engine dimana menyediakan sesajian informasi yang dibutuhkan. Ketik, dan dapat, meski ada beberapa yang berisi jebakan.
Efek negatif bukan dari internet, tapi dari sifat dan pikiran buruk yang menguasai untuk bergerak mencari sesuatu yang kotor. Internet juga berisi banyak hal berguna, info-info yang tidak diketahui bisa didapat dengan baca-baca dan jalan-jalan di dunia maya.
So, jika Anda berfikir internet hanya untuk tempat selingkuh, konten-konten kotor, dan suatu negatif lainnya, itu salah. Kenapa tidak melihat sisi positifnya? Tidak ada suatu hal diciptakan Tuhan tanpa lawannya, siang malam, wanita pria, begitu juga positif negatif.
Source: Ladida.blogspot.com
No.
Salah Diksi
Perbaikan
Alasan/Analisis
1.
Ndeso
kampungan
Ndeso itu merupakan bahasa yang tidak baku dan jarang digunakan dalam bahasa Indonesi, sebagai gantinya bisa diubah menjadi kampungan.
2.
pedes
mengena
Kurang pas kata “pedes” digunakan dalam artikel ini, karena kata “pedes” biasa digunakan untuk sifat rasa makanan, jadi terdengar konotatif.
3.
Waktu luang
Waktu Senggang
Penggunaan kata “waktu luang” dirasa kurang tepat.
4.
Search Engine
Mesin pencarian
Kata “search engine” merupakan kata dari bahasa asing sebagai gantinya digunakan kata “mesin pencarian” yang bermakna sama.
5.
Sesajian
Beragam
Kata “sesajian” dirasa kurang tepat penggunaannya, sebagai gantinya digunakan kata “beragam”
6.
baca-baca
Membaca
Kurang tepat penggunaan kata “baca-baca” dalam tulisan ini, lebih baik diganti dengan “membaca”
7.
jalan-jalan
berselancar
Kata “jalan-jalan” yang diikuti dengan kata dunia maya kurang tepat penggunaannya.
8.
So
Jadi
Kata “so” merupakan kata serapan dari bahasa asing dimana jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia berarti “jadi”.