This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Tugas Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Tugas Kuliah. Show all posts

Monday, June 11, 2012

Laporan Buku/Novel (The Graffiti Lover)

Genre: Teens
Author: Arul Khan
Judul Buku : The Graffiti Lover
Penulis : Arul Khan
Tebal Buku : 168 hlm, 18 cm
Penerbit : PT Syaamil Cipta Media, Bandung, 2005

PENDAHULUAN


Latar Belakang (Pemilihan Novel Laporan)
Saya memilih meresensi novel ini adalah karena temanya yang sesuai dengan kehidupan remaja saat ini, bahasanya yang mudah sekali dipahami, ceritanya yang diambil dari kisah nyata sehingga menimbulkan kesan kita juga mengikuti cerita dan konflik didalamnya, novel ini bercerita tentang persahabatan antara para pembuat graffiti (seni membuat tulisan di tembok).

RINGKASAN NOVEL
Novel ini berjudul "The Graffiti Lover", Sebuah novel yang bercerita tentang mengenai kehidupan para pembuat seni tulisan di tembok (Graffiti Maker) dan juga kisah persahabatan diantaranya.
Pernah lihat grafiti? Itu lho, tulisan-tulisan yang sering nangkring di tembok-tembok yang dijumpai saat kita lewat jembatan layang atau terowongan jalan. Corat-coret ga jelas, merusak keindahan kota? Eits, tunggu dulu. Grafiti itu bukan sembarang corat-coret tembok, namun merupakan tulisan-tulisan yang dibuat secara artistik, unik, kadang dilengkapi dengan gambar dari aerosol (cat semprot), dibuat dengan perencanaan yang matang dengan memperhatikan kombinasi pewarnaan yang semenarik dan seindah mungkin. Pembuat grafiti ini disebut ‘bomber’. Bagi para bomber, grafiti ini justru merupakan salah satu bentuk seni yang memperindah kota! Grafiti juga bisa dijadikan sebagai sarana para bomber untuk menyuarakan kepedulian mereka akan lingkungan atau realita yang terjadi di negeri ini.

Meskipun para bomber bebas menuangkan kreasi mereka, namun diantara sesama bomber tetap ada kode etik yang harus dipatuhi. Yang terpenting dari kode etik tersebut adalah: sesama bomber dilarang merusak apalagi menimpa grafiti yang dikerjakan oleh bomber lain. Dan masalah inilah yang mengawali novel ringan yang berkisah tentang para bomber ini.

Brantac, nama bomber di Jakarta yang beranggotakan Anjas, Didit, Chandra, Ipung, Gege dan Roni, mendapati grafiti mereka ditimpa oleh bomber lain yang tak dikenal. Tentu saja mereka kesal, marah dan penasaran terhadap bomber pembuat masalah itu. Apalagi ternyata bukan hanya Brantac saja yang mengalami hal ini. Bomber tak dikenal itu juga sempat menimpa grafiti yang dibuat oleh beberapa bomber lainnya.

Api perseteruan mulai tersulut. Puncaknya, terjadi perkelahian di malam saat Anjas dan Roni tanpa sengaja memergoki bomber amatir pengacau itu yang tengah menimpa grafiti milik kelompoknya. Akibatnya, mereka berdua harus bergelut dengan takdir di meja operasi. Nyawa mereka di ujung tanduk. Padahal saat itu Anjas tengah menghitung hari “H” pernikahannya. Dan Roni, anggota Brantac termuda yang masih SMA itu kondisinya lebih kritis, masuk ICU. Entah dari mana biaya perawatannya harus ditebus. Kasihan emak dan adiknya.

Jelas saja anggota Brantac yang lain semakin geram. Mereka berusaha mencari jejak penganiaya Anjas dan Roni. Mereka juga sangat gelisah dan cemas dengan keadaan kedua kawan mereka itu. Saat itu mereka telah mendaftar kompetisi grafiti se-Indonesia yang digelar di Bandung. Gara-gara insiden tersebut, mereka berangkat ke Bandung tanpa Anjas dan Roni. Gara-gara itu juga, mereka hanya bisa mengikuti satu kelompok, padahal awalnya mereka sudah mendaftar untuk dua kelompok, dengan sketsa grafiti hasil kreasi Anjas dan Roni. Mereka bertekad untuk memenangkan hadiah utama kompetisi ini, uang 5 juta rupiah. Mereka harus jadi juara pertama! Harus! Mereka butuh uang itu untuk membantu menebus biaya perawatan Roni.

Berhasilkah mereka menjadi juara pertama?
Yang jelas, disinilah solidaritas dan keajaiban pertemanan diantara Graffiti Lovers dapat kamu temui. Benar-benar menggugah dan mengharukan. Selama membaca novel ini, memang terasa kental sekali ikatan persahabatan yang terjalin diantara para bomber tersebut.
Persahabatan memang merupakan tema utama yang diangkat dalam novel ini. Kisahnya sederhana, dituturkan lewat dialog-dialog lepas dengan bahasa keseharian yang segar ala anak muda, tanpa banyak narasi. Dialog-dialognya juga kocak, ngocol, namun dibalik itu secara halus ‘menyentil’ kebiasaan-kebiasaan kurang baik yang seolah telah ‘dimaklumi’. Seperti menertawakan kenaifan sendiri sebagai cermin masyarakat, begitu komentar Pipiet Senja. Hanya saja, yang membuat novel ini unik, kisah persahabatan yang diangkat adalah di kalangan para bomber, membuat kita menengok sejenak ke dunia para bomber, yang mungkin bagi sebagian kita tidak pernah membayangkannya.

SUMBER

KOMENTAR PENULIS
Saya berpendapat bahwa terkadang kita menganggap bahwa corat-coretan di dinding tersebut tidak memiliki makna sama sekali, malahan dikira hanya mengotori dinding tersebut, namun siapa yang menyangka bahwa terdapat sebuah karya seni didalamnya, di novel ini kita juga menyadari bahwa tidak mudah untuk menjadi pembuat graffiti karena selalu saja bertentangan  dengan orang-orang yang tidak suka dengan segala bentuk corat-coretan di tembok itu sendiri.

KESIMPULAN
Membaca novel ini memberi wawasan baru, atau setidaknya kita dapat berkenalan dengan apa itu grafiti dan bagaimana serba-serbi dan proses membuatnya dan tidak lagi menganggap bahwa graffiti itu bukanlah sekedar coretan di tembok yang tidak bermakna.

Sunday, March 11, 2012

Tugas 3: Kesalahan Penalaran

Kesalahan Penalaran yang terjadi dalam aktivitas berpikir karena penyalahgunaan bahasa (verbal) dan/atau relevansi (materi) . Kesesatan (fallacia, fallacy) merupakan bagian dari logika yang mempelajari beberapa jenis kesesatan penalaran sebagai lawan dari argumentasi logis. Kesesatan karena ketidaktepatan bahasa antara lain disebabkan oleh pemilihan terminologi yang salah sedangkan ketidaktepatan relevansi bisa disebabkan oleh :
1. pemilihan premis yang tidak tepat (membuat premis dari proposisi yang salah), atau
2. proses penyimpulan premis yang tidak tepat (premisnya tidak berhubungan dengan kesimpulan yang akan dicari).

Menurut Sumarsono, seasat piker adalah proses penalaran atau argumentasi yang sebenarnya tidak logis, salah arah, menyesatkan, suatu gejala berpikir yang salah yang disebabkan pemaksaan prinsip – prinsip logika tanpa memperhatikan relevansinya. Kesesatan penalaran terdapat pada siapa saja bukan kesesatan dalam fakta – fakta, tetapi dari bentuk penarikan kesimpulan yang salah karena tidak dari premis – premis yang menjadi acuan,

Ada 2 jenis kesalahan penalaran :
kesalahan penalaran induktif, berupa :
a. kesalahan karena generalisasi yang terlalu luas
b. kesalahan analogi
c. kesalahan penilaian hubungan sebab-akibat

Sedangkan, kesalahan penalaran deduktif berupa :
a. kesalahan karena kesimpulan terlalu luas/tidak dibatasi
b. kesalahan karena premis mayor tidak dibatasi
c. kesalahan karena adanya term keempat
d. kesalahan karena adanya 2 premis negatif

Faktor-faktor yang meyebabkan salah nalar dapat terjadi, yaitu :
Generalisasi Terlalu Luas
Disebabkan oleh jumlah premis yang mendukung generalisasi tidak seimbang dengan besarnya generalisasi itu sehingga simpulan yang diambil menjadi salah.
Deduksi yang salah
Disebabkan oleh deduksi yang salah merupakan salah nalar yang sangat sering dilakukan seseorang. Hal ini terjadi karena orang salah mengambil simpulan dari suatu silogisme dengan diawali oleh premis yang salah atau tidak memenuhi syarat.
Pemilihan Terbatas Pada Dua Alternatif
Salah nalar ini dilandasi oleh penalaran alternatif yang tidak tepat dengan pemilihan “ini” atau “itu”.
Penyebaban yang salah nilai
Salah nalar jenis ini disebabkan karena kesalahan menilai sesuatu sehingga mengakibatkan terjadi pergeseran maksud. Orang tidak menyadari bahwa yang dikatakan itu adalah salah.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/
http://tentangndha.blogspot.com/2011/03/penalaran.html
http://zamroniye.wordpress.com/2011/06/11/kesalahan-dalam-berfikir/

Tugas 2: Metode Penalaran

Penalaran memiliki 2 jenis yang umum, yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif.

Penalaran Induktif
Adalah metode penalaran yang memiliki konsep berpikir dengan sifat bertolak atau berlawanan dari hal-hal yang khusus menjadi umum bentuknya. Dengan kata lain, cara metode ini menarik suatu kesimpulan yaitu menghasilkan pernyataan bersifat umum dari pernyataan-pernyataan yang sifatnya khusus. Yang termasuk penalaran induktif yaitu :

1. Generalisasi
Merupakan penarikan kesimpulan umum dari pernyataan atau data-data yang ada.
Dibagi menjadi 2 :
a. Generalisasi Sempurna / Tanpa loncatan induktif 
Fakta yang diberikan cukup banyak dan meyakinkan.
Contoh :
- Sensus Penduduk.
- Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, baja memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jadi, jika dipanaskan semua logam akan memuai.
b. Generalisasi Tidak Sempurna / Dengan loncatan induktif
Fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada.
Contoh :
Setelah kita menyelidiki sebagian bangsa Indonesia bahwa mereka adalah manusia yang suka bergotong-royong, kemudian kita simpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang suka bergotong-royong.

2. Analogi
Merupakan penarikan kesimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Pada analogi biasanya membandingkan 2 hal yang memiliki karakteristik berbeda namun dicari persamaan yang ada di tiap bagiannya.
Tujuan dari analogi :
- Meramalkan kesamaan.
- Mengelompokkan klasifikasi.
- Menyingkapkan kekeliruan.

3. Kausal
Merupakan proses penarikan kesimpulan dengan prinsip sebab-akibat.
Terdiri dari 3 pola, yaitu :
a. Sebab ke akibat => Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat ke kesimpulan sebagai efek.
b. Akibat ke sebab => Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat ke kejadian yang dianggap penyebabnya.
c. Akibat ke akibat => Dari satu akibat ke akibat lainnya tanpa menyebutkan penyebabnya.

Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.Contoh; Jika meneliti konsumsi rumah tangga untuk minyak, maka sebelum turun ke lapangan yang dipersiapkan adalah teori konsumsi, permintaan dan penawaran barang, dll; pertanyaan yang akan diajukan sudah jelas dan hampir baku, sampelnya jelas, dll artinya sudah disiapkan semua tinggal cari data.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://tienivie.wordpress.com/2011/10/28/penalaran/
http://aderiska-pilyang.blogspot.com/2011/02/metode-penalaran-deduktif.html

Tugas 1: Definisi Penalaran

Berdasarkan arti katanya, penalaran bermakna proses berpikir untuk menentukan sebuah kebenaran,
Berikut Pengertian Penalaran dari Berbagai Sumber:
Berdasarkan e-learning gunadarma
Penalaran adalah bentuk tertinggi dari pemikiran. Secara sederhana penalaran dapat diartikan sebagai proses pengambilan kesimpulan berdasarkan proposisi-proposisi yang mendahuluinya.

Berdasarkan Wikipedia
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.

Berdasarkan Kamus Besar Indonesia
a. Cara (perihal) menggunakan nalar; pemikiran atau cara berpikir logis; jangkauan pemikiran. Contoh : kepercayaan takhayul serta – yang tidak logis haruslah dikikis habis
b. Hal yang mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan atau pengalaman
c. Proses mental dengan mengembangkan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip

Pengertian Penalaran Menurut Para Ahli:

Bakry (1986:1) menyatakan bahwa Penalaran atau Reasoning merupakan suatu konsep yang paling umum menunjuk pada salah satu proses pemikiran untuk sampai pada suatu kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui.
Suriasumantri (2001:42) mengemukakan secara singkat bahwa penalaran adalah suatu aktivitas berpikir dalam pengambilan suatu simpulan yang berupa pengetahuan.
Keraf (1985:5) berpendapat bahwa penalaran adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta, petunjuk atau eviden, menuju kepada suatu kesimpulan.

Ciri-ciri Penalaran 
Dikatakan sebagai penalaran apabila memiliki ciri – ciri :
1. Memiliki logika, adanya suatu pola berpikir yang secara luas.
2. Memiliki sifat analitik dari proses berpikir. Analisis hakekatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu. Perasaan intuisi merupakan cara berpikir secara analitik.

Sumber:
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/filsafat_ilmu/bab6-penalaran.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran

Saturday, November 5, 2011

Tugas Bahasa Indonesia: Analisis Diksi

Paradigma "Ndeso" tentang Internet

Ndeso? Kata sifat yang agak begitu pedes, namun bisa jadi sebuah sindiran halus karena kata tersebut memang sering digunakan untuk mengisi waktu luang dengan bercanda. Kali ini saya mau membahas tentang sebuah paradigma yang salah tentang internet. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi yang begitu cepat, orang jadi semakin mudah mendapat berita terbaru, tips trik, dan lain-lain, hanya dengan internet. Namun masih banyak juga yang berfikir, internet itu hanya menambah dosa, isinya tidak berguna, dan lain-lain.
Internet itu mudah, ada search engine dimana menyediakan sesajian informasi yang dibutuhkan. Ketik, dan dapat, meski ada beberapa yang berisi jebakan.
Efek negatif bukan dari internet, tapi dari sifat dan pikiran buruk yang menguasai untuk bergerak mencari sesuatu yang kotor. Internet juga berisi banyak hal berguna, info-info yang tidak diketahui bisa didapat dengan baca-baca dan jalan-jalan di dunia maya.
So, jika Anda berfikir internet hanya untuk tempat selingkuh, konten-konten kotor, dan suatu negatif lainnya, itu salah. Kenapa tidak melihat sisi positifnya? Tidak ada suatu hal diciptakan Tuhan tanpa lawannya, siang malam, wanita pria, begitu juga positif negatif.
Source: Ladida.blogspot.com
No.
Salah Diksi
Perbaikan
Alasan/Analisis
1.
Ndeso
kampungan
Ndeso itu merupakan bahasa yang tidak baku dan jarang digunakan dalam bahasa Indonesi, sebagai gantinya bisa diubah menjadi kampungan.
2.
pedes
mengena
Kurang pas kata “pedes” digunakan dalam artikel ini, karena kata “pedes” biasa digunakan untuk sifat rasa makanan, jadi terdengar konotatif.
3.
Waktu luang
Waktu Senggang
Penggunaan kata “waktu luang” dirasa kurang tepat.
4.
Search Engine
Mesin pencarian
Kata “search engine” merupakan kata dari bahasa asing sebagai gantinya digunakan kata “mesin pencarian” yang bermakna sama.
5.
Sesajian
Beragam
Kata “sesajian” dirasa kurang tepat penggunaannya, sebagai gantinya digunakan kata “beragam”
6.
baca-baca
Membaca
Kurang tepat penggunaan kata “baca-baca” dalam tulisan ini, lebih baik diganti dengan “membaca”
7.
jalan-jalan
berselancar
Kata “jalan-jalan” yang diikuti dengan kata dunia maya kurang tepat penggunaannya.
8.
So
Jadi
Kata “so” merupakan kata serapan dari bahasa asing dimana jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia berarti “jadi”.

Sunday, April 17, 2011

Tugas 3 Teori Organisasi Umum 2

1. Pengertian Produsen 
Jawab:

Produsen dalam ekonomi adalah orang yang menghasilkan barang dan jasa untuk dijual atau dipasarkan. Orang yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebetuhan adalah konsumen.
Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.
Produksi Jasa adalah Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya.
Produksi Barang adalah kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya.


2. Fungsi - Fungsi Produksi

Jawab:
Fungsi produksi adalah suatu bagian fungsi yang ada pada perusahaan yang bertugas untuk mengatur kegiatan-kegiatan yang diperlukan bagi terselenggaranya proses produksi. Dengan mengatur kegiatan itu maka diharapkan proses produksi akan berjalanlancar dan hasil produksi pun akan bermutu tinggi sehingga dapat diterima oleh masyarakat pemakainya.

Tugas utama dari bagian produksi dalam kaitannya dengan pencapaian tujuan perusahaan secara umum adalah berusaha mencapai biaya produksi yang rendah, mutu produk yang tinggi, tanggapan yang cepat atas permintaan, dan fleksibilitas untuk membuat beragam barang yang sesuai dengan selera dan spesifikasi pelanggan.
Fungsi-fungsi operasi meliputi;
1) perencanaan dan desain produk
2) perencanaan kapasitas produk
3) perencanaan layout pabrik
4) Perencanaan Layout Mesin-mesin Pabrik
5) Perencanaan Bahan Baku

3.  Macam - Macam Biaya
Jawab:
Biaya Pabrikasi :
- Biaya Langsung : Biaya yang langsung dalam proses produksi suatu barang, bahan baku, dll.
- Biaya Tidak Langsung : Biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi.

 Biaya Non-pabrikasi :
- Biaya Pemasaran yaitu biaya yang diperlukan untuk memperoleh pesanan dan menyediakan produk bagi pelanggan.
- Biaya Administrasi yaitu biaya yang dibutuhkan untuk mengelola organisasi dan menyediakan dukungan bagi karyawan.

 Departemen :
- Common Cost (Biaya bersama) yaitu biaya yang berasal dari penggunaan fasilitas atau jasa oleh dua departemen atau lebih.
- Joint Cost (Biaya Gabungan) yaitu biaya yang terjadi dalam proses produksi yang menghasilkan dua atau lebih produk jadi.

 Periode Akuntansi :
- Capital Expenditure (Belanja Modal) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
- Revenue Expenditure (Pengeluaran Pendapatan) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh manfaat pada periode akuntansi yang sama dan dicatat sebagai beban.

 Volume Produksi :
- Biaya Tetap (FC) : Biaya yang tidak bertambah seiring dengan pertambahan produksi.
- Biaya Variabel (VC) : Biaya yang bertambah seiring dengan pertambahan produksi.

a) Total Biaya (TC) keseluruhan biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi sampai terciptanya barang.
Rumus : TC = TFC + TVC
b) Biaya Perunit (AC) : Biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi 1 unit barang jadi.
Rumus : AC = TC / Q (Q ialah Produk)
c) Biaya Marginal (MC) : Tambahan biaya karena menambah 1 unit barang yang diproduksi.
d) Biaya Eksplisit : Biaya yang kelihatan dalam proses produksi.
e) Biaya Implisit : Biaya yang tidak kelihatan dalam proses produksi namun sebenarnya ada dan dikeluarkan


4.  Pengertian Penerimaan


Jawab:
Didalam memproduksi suatu barang, ada dua hal yang menjadi fokus utama dari seorang pengusaha dalam rangka mendapatkan keuntungan yang maksimum, yaitu ongkos (cost) dan penerimaan (Revenue).
Ongkos sebagaimana telah dijelaskan diatas, maka yang dimaksud dengan penerimaan adalah jumlah uang yang diperoleh dari penjualan sejumlah output atau dengan kata lain merupakan segala pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan hasil dari penjualan hasil produksinya.

Hasil total penerimaan dapat diperoleh dengan mengalikan jumlah satuan barang yang dijual dengan harga barang yang bersangkutan atau
TR = Q x P

Jenis-jenis Penerimaan :
A. Total penerimaan (Total revenue : TR),
yaitu total penerimaan dari hasil penjualan. Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual.
Pada pasar persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya, dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dan substansi).
B. Penerimaan rata-rata (Avarage Total revenue: AR),
yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.
C. Penerimaan Marginal (Marginal Revenue : MR),
yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output. Dalam pasar persaingan sempurna MR ini adalah konstan dan sama dengan harga (P), dan berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan, bentuk kurvanya horizontal.
Dalam pasar persaingan tidak sempurna MR, menurun dari kiri atas kekanan bawah dan nilainya dapat berupa :
• Positif (Keuntungan)
• Sama dengan nol (Balik modal)
• Negatif (Rugi)
Bentuk matematis secara sederhana dapat ditulis :
TR = P x Q
P x Q
AR = TR : Q atau = P
Q
dTR
MR = TRn – TRn-1
dQ

Thursday, April 14, 2011

Tugas 5 Teori Organisasi Umum 2

1.Pengertian Uang 
Jawab:
Uang adalah sesuatu yang dijadikan sebagai alat untuk melakukan transaksi pembayaran ekonomi di mana sesuatu yang dijadikan sebagai uang diterima, dipercaya dan disukai oleh masyarakat atau orang-orang yang melakukan transaksi ekonomi.


2. Jenis - Jenis Uang

Jawab:
a. Uang Kartal
Uang kartal adalah uang yang dijadikan sebagai alat transaksi sah dan wajib diterima seluruh masyarakat pada perekonomian.
Uang kartal umumnya berbentuk uang kertas dan uang logam yang di Indonesia dibuat oleh Bank Indonesia selaku bank sentral yang diberi hak tunggal mencetak yang / hak oktroi. Uang dilindungi oleh Undang-Undang di mana pelaku pemalsuan uang diancam oleh hukuman denda dan kurungan penjara. Contoh uang kartal seperti uang logam Rp. 100,- uang kertas Rp. 1.000,- dan lain sebagainya.


b. Uang Giral
Uang giral adalah suatu tagihan pada bank umum yang dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran dan transaksi yang sah dan masyarakt tidak wajib menerima pembayarannya.
Uang giral dapat dibilang mudah, aman dan praktis karena dalam melakukan transaksi di mana seseorang tidak perlu menghitung dan membawa banyak uang kontan, jika hilang atau jatuh ke tangan orang jahat dapat segera diblokir dan mudah dalam penggunaannya. Contoh uang giral yaitu adalah seperti cek, giro, telegraphic transfer, dan lain-lain.


c. Uang Kuasi
Uang kuasi adalah surat atau sertifikat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran yang sah. Contoh uang kuasi adalah saham, obligasi, dan lain-lain.




3. Pengertian dan Jenis - Jenis Bank

Jawab:

Pengertian Bank :
Menurut pasal 1 Undang - Undang No. 4 Tahun 2003 tentang Perbankan, Bank adalah Bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Sedangkan berdasarkan pasal 1 Undang – Undang No. 10 Tahun 1998 tentang perubahan Undang – Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, Bank didefinisikan sebagai berikut : Bank adalah badan usaha yang menghimpun dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Jenis-jenis Bank :
A. Jenis Bank Berdasarkan Fungsinya :
• Bank Sentral
Menurut UU No.3 Tahun 2004, Bank Sentral adalah lembaga negara yang mempunyai wewenang untuk mengeluarkan alat pembayaran yang sah dari suatu negara, merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi perbankan serta menjalan fungsi sebagai lender of the last resort. Bank sentral yang dimaksud adalah Bank Indonesia.
Bank Indonesia adalah lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan pemerintah dan atau pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang.
• Bank Umum
Pengertian bank umum menurut Peraturan Bank Indonesia No. 9/7/PBI/2007 adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Jasa yang diberikan oleh bank umum bersifat umum, artinya dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Bank umum sering disebut bank komersial (commercial bank).
• Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum.

B. Jenis Bank Berdasarkan Kepemilikannya:
Apabila ditinjau dari segi kepemilikannya, jenis bank terdiri atas bank milik pemerintah, bank milik swasta nasional, dan bank milik swasta asing.
• Bank Milik Pemerintah
Bank pemerintah adalah bank di mana baik akta pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah, sehingga seluruh keuntungan bank dimiliki oleh pemerintah pula. Contohnya Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri. Selain itu ada juga bank milik pemerintah daerah yang terdapat di daerah tingkat I dan tingkat II masing-masing provinsi. Contoh Bank DKI, Bank Jateng, dan sebagainya.
• Bank Milik Swasta Nasional
Bank swasta nasional adalah bank yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh swasta nasional serta akta pendiriannya pun didirikan oleh swasta, begitu pula pembagian keuntungannya juga dipertunjukkan untuk swasta pula. Contohnya Bank Muamalat, Bank Danamon, Bank Central Asia, Bank Lippo, Bank Niaga, dan lain-lain.
• Bank Milik Asing
Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri, baik milik swasta asing atau pemerintah asing. Kepemilikannya dimiliki oleh pihak luar negeri. Contohnya ABN AMRO bank, City Bank, dan lain-lain.

C. Jenis Bank Berdasarkan Kegiatan Operasionalnya :
• Bank Konvensional
Pengertian kata “konvensional” menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah “menurut apa yang sudah menjadi kebiasaan”. Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah “berdasarkan kesepakatan umum” seperti adat, kebiasaan, kelaziman.
Berdasarkan pengertian itu, bank konvensional adalah bank yang dalam operasionalnya menerapkan metode bunga, karena metode bunga sudah ada terlebih dahulu, menjadi kebiasaan dan telah dipakai secara meluas dibandingkan dengan metode bagi hasil.
• Bank Syariah
Sekarang ini banyak berkembang bank syariah. Bank syariah muncul di Indonesia pada awal tahun 1990-an. Pemrakarsa pendirian bank syariah di Indonesia dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tanggal 18 – 20 Agustus 1990.
Bank syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, maksudnya adalah bank yang dalam operasinya mengikuti ketentuan-ketentuan syariah Islam, khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalah secara Islam.
Falsafah dasar beroperasinya bank syariah yang menjiwai seluruh hubungan transaksinya adalah efesiensi, keadilan, dan kebersamaan. Efisiensi mengacu pada prinsip saling membantu secara sinergis untuk memperoleh keuntungan sebesar mungkin.
Keadilan mengacu pada hubungan yang tidak dicurangi, ikhlas, dengan persetujuan yang matang atas proporsi masukan dan keluarannya. Kebersamaan mengacu pada prinsip saling menawarkan bantuan dan nasihat untuk saling meningkatkan produktivitas.

 
4. Macam-macam Kebijakan Moneter

Jawab:
a. Kebijakan Pasar Terbuka (Open Market Policy)
Yaitu kebijakan pemerintah dengan jalan menjual surat-surat berharga pada saat inflasi dan membeli/ menarik surat-surat berhaga pada saat deflasi. Apabila pemerintah menghendaki menurunkan jumlah uang yang beredar, pemerintah harus menjual obligasi di pasar bebas. Bank Indonesia dalam kebijakan pasar terbuka dengan menngeluarkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Sertifikat Pasar Uang.
b. Kebijakan Diskonto (Discount Policy)
Yaitu kebijakan pemerintah dengan jalan menaikkan suku bunga pada saat inflasi dan menurunkan pada saat deflasi, ditunjukkan untuk menaikkan tingkat bunga karena dengan bunga kredit tinggi maka aktivitas ekonomi yang menggunakan dana pinjaman akan tertahan karena modal diskontonya atau discount rate policy (tingkat bunga yang dikenakan pada bank umum atas pinjaman dana yang diberikan), maka jumlah uang yang beredar cenderumg berkurang, begitu sebaliknya.
c. Kebijakan Cadangan kas (Cash Ratio Policy)
Yaitu kebijakan pemerintah dengan jalan menaikkan cadangan kas pada saat inflasi dan menurunkan cadangan kas pada saat deflasi, atau bisa juga menaikkan perbandingan antara uang yang beredar dengan uang yan mengendap di dalam kas mengakibatkan kemampuan bank untuk menciptakan kredit berkurang sehingga jumlah uang yang beredar akan berkurang. Cara baru untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat yaitu dengan car amengubah-ubah minimum kas rasio. Bank sentral pada umumnya menentukan anka banding minimum antara uang tunai dengan kewajiban giral bank. Angka banding tersebut biasa disebut minimum cash ratio. Bila pemerintah menurunkan minimum kas rasio, maka dengan uang tunai yang sama bank dapt menciptakan uang lebuih banyak dari jumlah sebelumnya.
d. Kebijakan Kredit Ketat
Yaitu kebijakan pemerintah dengan mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara memperketat pemberian kredit, kredit boleh diberikan asal memenuhi syarat 5C, Character, Capability, collateral, capital, dan Condition of economy, tetapi pada saat deflasi syarat dapat dipelonggar. Bank sentral (Bank Indonesia) berusaha mempengaruhi bank-bank umum dalam hal memberikan kredit kepada nasabah melalui berbagai macam peraturan kredit.
e. Kebijakan Dorongan Moral (Moral Suasion)
Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.
f. Kebijakan Sanering
Yaitu kebijakan memotong nilainominal pada saat inflasi, misalnya Rp 1.000,00 menjadi Rp 1,00.
g. Kebijakan Devaluasi
Yaitu menurunkan nilai mata uang asing, dengan tujuan mendorong ekspor dan menghambat impor.
h. Kebijakan revaluasi
Yaitu kebijakan menaikkan nilai mata uang sendiri terhadap nilai mata uang asing.

Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
- Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar.
- Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policu).

 
5. Arsitektur Perbankan Indonesia (API)

Jawab:
Merupakan suatu kerangka dasar sistem perbankan Indonesia yang bersifat menyeluruh dan memberikan arah, bentuk, dan tatanan industri perbankan untuk rentang waktu lima sampai sepuluh tahun ke depan. Arah kebijakan pengembangan industri perbankan di masa datang yang dirumuskan dalam API dilandasi oleh visi mencapai suatu sistem perbankan yang sehat, kuat dan efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan dalam rangka membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Wednesday, April 13, 2011

Tugas 4 Teori Organisasi Umum 2

1. Pengertian pasar.

Jawab :
1. Pengertian Pasar atau Definisi Pasar adalah tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa. Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi.
Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli. Syarat terjadinya transaksi adalah ada barang yang diperjual belikan, ada pedagang, ada pembeli, ada kesepakatan harga barang, dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.

 
2. Jenis-Jenis Pasar

Jawab:
• Jenis pasar menurut bentuk kegiatannya.
Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi menjadi 2 yaitu pasar nyata ataupun pasar tidak nyata(abstrak). Maka kita lihat penjabaran berikut ini:
- Pasar Nyata adalah pasar dimana barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.
- Pasar Abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.

• Jenis pasar menurut cara transaksinya.
Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern.
- Pasar Tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.
- Pasar Modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.

• Jenis – Jenis Pasar menurut jenis barangnya.
Beberapa pasar hanya menjual satu jenis barang tertentu , misalnya pasar hewan,pasar sayur,pasar buah,pasar ikan dan daging serta pasar loak.

• Jenis – Jenis Pasar menurut keleluasaan distribusi.
Menurut keluasaan distribusinya barang yang dijual pasar dapat dibedakan menjadi:
- Pasar Lokal
- Pasar Daerah
- Pasar Nasional dan
- Pasar Internasional

• Jenis - jenis Pasar menurut jumlah penjual dan pembeli.
Menurut jumlah penjual dan pembelinya, pasar di bedakan menjadi:
- Pasar Persaingan Monopolistik adalah pasar yang terletak diantara dua bentuk pasar, yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar monopoli.
- Pasar Oligopoli adalah pasar yang hanya terdapat beberapa penjual yang saling bersaing dengan jumlah pembeli yang banyak. contoh pasar produk elektronik.
- Pasar Monopoli adalah pasar yang terdapat satu penjual yang menguasai perdagangan barang atau jasa, produsen menetapkan sendiri harga yang diinginkan atau bertindak sebagai penentu harga.
- Pasar Duopoli adalah pasar dimana barang dikuasai oleh dua perusahaan.
- Pasar Monopsoni adalah pasar yang hanya terdapat satu pembeli sedangkan penjualnya banyak, sehingga pembeli bisa menntukan harga.
- Pasar Oligopsoni adalah pasar yang terdapat beberapa pembeli. masing-masing pembeli memiliki peran yang cukup besar untuk mempengaruhi harga barang dan jasa.

 
3. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional

Jawab:
A. Metode Output (Output Approach) atau Metode Prduksi
Menurut metode ini PDB adalah total output (produksi) yang dihasilkan oleh suatu perekonomian. Cara perhitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi beberapa sektor produksi (industrial origin).
NT = NO-NI
dimana :
NT = nilai tambah
NO = nilai output
NI = nilai input antara
Dari persamaan diatas sebenarnya dapat dikatakan bahwa proses produksi merupakan proses menciptakan atau meningkatkan nilai tambah.Aktivitas produksi yang baik adalah aktivitas yang menghasilkan NT>0. dengan demikian besarnya PDB adalah :
PDB = n jumlah i=1 NT
dimana :
i = sektor produksi ke 1,2,3....,n

B. Metode Pendapatan (Income Approach)
Metode pendapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Hubungan antara tingkat output dengan faktor-faktor produksi yang digunakan digambarkan dalam fungsi produksi sederhana dibawah ini.
Q = f(L,K,U,E)
dimana :
Q = output
L = tenaga kerja
K = barang modal
U = uang/finansial
E = kemampuan enterpreneur atau kewirausahaan
Balas jasa untuk tenaga kerja adalah upah atau gaji. Untuk barang modal adalah pendapatan sewa. Untuk pemilik uang/aset finansial adalah pendapatan bunga.Sedangkan untuk pengusaha adalah keuntungan. Total balas jasa atas seluruh faktor produksi disebut Pendapatan Nasional (PN).
PN = w + i + r + ......
dimana :
w = upah/gaji (wages/salary)
i = pendapatan bunga (interest)
r = pendapatan sewa (rent)
C. Metode Pengeluaran (Expenditure Approach)

Menurut metode ini ada beberapa jenis pengeluaran agregat dalam suatu perekonomian:
a. Konsumsi Rumah Tangga (Household Consumption)
Pengeluaran sektor rumah tangga dipakai untuk konsumsi akhir,baik barang dan jasa yang habis pakai dalam tempo setahun atau kurang maupun barang yang dapat dipakai lebih dari setahun/barang tahan lama.
b. Konsumsi Pemerintah (Government Consumption)
Yang masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah adalah pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang digunakan untuk membeli barang dan jasa akhir.Sedangkan pengeluaran-pengeluaran untuk tunjangan-tunjangan sosial tidak masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah.
c. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (Invesment Expenditure)
PMTDB merupaka pengeluaran sektor dunia usaha.Pengeluaran ini dilakukan untuk memelihara dan memperbaiki kemampuan menciptakan/meningkatkan nilai tambah.Termasuk dalam PMTDB adalah perubahan stok, baik berupa barang jadi maupun barang setengah jadi.
d. Ekspor Neto (Net Export)
Yang dimaksud dengan ekspor bersih adalah selisih antara nilai ekspor dengan impor.Nilai PDB berdasarkan metode pengeluaran adalah nilai total lima jenis pengeluaran tsb :
PDB = C + G + I + (X-M)
dimana :
C = konsumsi rumah tangga
G = konsumsi/pengeluaran pemerintah
I = PMTDB
X = ekspor
M = impor

 
4. Masalah perhitungan pendapatan Nasional.


Jawab:
Salah satu indicator telah terjadinya alokasi yang efisien secara makro adalah nilai output nasional yang dihasilkan sebuah perekonomian pada suatu periode tertentu. Sebab, besarnya output nasional dapat menunjukan beberapa hal penting dalam sebuah perekonomian.
- Yang pertama, besarnya output nasional merupakan gambaran awal seberapa efisien sumber daya ysng ada dalam perekonomian digunakan untuk memproduksi barang dan jasa.
- Yang kedua, besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang produktivitas dan tingkat kemakmuran suatu Negara.
- Yang ketiga, besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang masalah structural yang dihadapi suatu perekonomian.

5. Anggara Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2010 (dalam triliun rupiah)
• Pendapatan Negara 992,4
> Pen. Perpajakan 743,3
> Pen. Bukan Pajak 247,2
> Hibah 1,9
• Belanja Negara 1.126,1
> Belanja Pem. Pusat 781,5
> Transfer Daerah 344,6
• Pembiayaan 133,7
> Dalam negeri 133,9
> Luar Negeri (0,2)

Monday, April 11, 2011

Tugas 2 Teori Organisasi Umum 2

1. Pengertian perilaku konsumen.

Jawab:
Swastha dan Handoko (2000:10) mengatakan:
Perilaku konsumen (consumer behavior) dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan menentukan kegiatan-kegiatan tertentu.
Dari pengertian di atas maka perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan dan hubungan sosial yang dilakukan oleh konsumen perorangan, kelompok maupun organisasi untuk menilai, memperoleh dan menggunakan barang-barang serta jasa melalui proses pertukaran atau pembelian yang diawali dengan proses pengambilan keputusan yang menentukan tindakan-tindakan tersebut.

2.  Pendekatan kardinal dan ordinal.

Jawab:
Teori tingkah laku konsumen dapat dibedakan dalam dua macam pendekatan yaitu:

• Pendekatan nilai guna (Utility) Kardinal

• Pendekatan nilai guna ordinal

Pendekatan nilai guna (Utility) Kardinal

Pendekatan nilai guna (Utility) Kardinal atau sering disebut dengan teori nilai subyektif : dianggap manfaat atau kenikmatan yang diperoleh seorang konsumen dapat dinyatakan secara kuantitif / dapat diukur, dimana keseimbangan konsumen dalam memaksimumkan kepuasan atas konsumsi berbagai macam barang, dilihat dari seberapa besar uang yang dikeluarkan untuk membeli unit tambahan dari berbagai jenis barang akan memberikan nilai guna marginal yang sama besarnya. Oleh karena itu keseimbangan konsumen dapat dicari dengan pendekatan kuantitatif.

- Kepuasan seorang konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang dapat diukur dengan satuan kepuasan. Misalnya: mata uang.

- Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu.

Kepuasan marginal (marginal utility)

Tambahan kepuasan yang diperoleh dari penambahan jumlah barang yang dikonsumsi

Hukum tambahan kepuasan yang semakin menurun (The Law of Diminishing Marginal Utility)

"Besarnya kepuasan marginal akan selalu menurun dengan bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi secara terus menerus."

Berikut fungsinya:

U = f ( X1, X2, X3………, Xn )

U : besar kecilnya kepuasan.

X : jenis dan jumlah barang yang dikonsumsi.

Pendekatan nilai guna ordinal

Pendekatan nilai guna ordinal atau sering juga disebut analisis Kurva indeference : manfaat yang diperoleh masyarakat dari mengkonsumsikan barang-barang tidak kuantitif / tidak dapat diukur.

Pendakatan ini muncul karena adanya keterbatasan - keterbatasan yang ada pada pendekatan cardinal, meskipun bukan berarti pendekatan cardinal tidak memiliki kelebihan.

Kelemahan pendekatan ordinal

Kepuasan konsumen dari mengkonsumsi barang dapat diukur dengan satuan kepuasan. Pada kenyataannya pengukuran semacam ini sulit dilakukan.

persamaan kardinal dan ordinal

Persamaan cardinal dan ordinal yaitu sama-sama menjelaskan tindakan konsumen dalam mengkonsumsi barang-barang yang harganya tertentu dengan pendapatan konsumen yang tertentu pula agar konsumen mencapai tujuannya (maximum utility) .

Perbedaan kardinal dan ordinal

    nilai guna (Utility) Kardinal menganggap bahwa besarnya utility dapat dinyatakan dalam bilangan/angka. Sedangkan analisis ordinal besarnya utility dapat dinyatakan dalam bilangan / angka.
    Analisis cardinal mengunakan alat analisis yang dinamakan marginal utiliy(pendekatan marginal). Sedangkan analisis ordinal menggunakan analisis indifferent curve atau kurva kepuasan sama .

3. Definisi elastisitas.

Jawab:
Dalam ilmu ekonomi, elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.

4. Macam-macam elastisitas.

Jawab:
A.  Elastisitas Harga Permintaan
Elastisitas harga permintaan mengukur seberapa banyak permintaan barang dan jasa (konsumsi) berubah ketika harganya berubah. Elastisitas permintaan ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang diminta sebagai akibat dari satu persen perubahan harga.

Ada lima jenis elastisitas permintaan :

a. Permintaan tidak elastis sempurna : elastisitas = 0.
Perubahan harga tidak mempengaruhi jumlah yang diminta. Dengan demikian, kurvanya berbentuk vertikal. Kurva berbentuk vertikal ini berarti bahwa berapapun harga yang ditawarkan, kuantitas barang/jasa tetap tidak berubah. Contoh barang yang permintaannya tidak elastis sempurna adalah tanah (meskipun harganya naik terus, kuantitas yang tersedia tetap terbatas), lukisan milik pelukis yang telah meninggal (berapapun harga yang ditawar atas lukisan, pelukis tersebut tidak akan mampu menambah kuantitas lukisannya), dan contoh lainnya yang sejenis.
b. Permintaan tidak elastis : elastisitas < 1.
Prosentase perubahan kuantitas permintaan < dari prosentase perubahan harga. Contoh permintaan tidak elastis ini dapat dilihat diantaranya pada produk kebutuhan. Misalnya beras, meskipun harganya naik, orang akan tetap membutuhkan konsumsi beras sebagai makanan pokok. Karenanya, meskipun mungkin dapat dihemat penggunaannya, namun cenderung tidakakan sebesar kenaikan harga yang terjadi. Sebaliknya pula, jika harga beras turun konsumen tidak akan menambah konsumsinya sebesar penurunan harga. Ini karena konsumsi beras memiliki keterbatasan (misalnya rasa kenyang).
c. Permintaan uniter elastis : elastisitas = 1.
Prosentase perubahan kuantitas permintaan = prosentase perubahan harga. Contoh produk yang elastisitasnya uniter tidak dapat disebutkan secara spesifik. Jenis permintaan ini sebenarnya lebih sebagai pembatas antara permintaan elastis dan tidak elastis, sehingga belum tentu ada produk yang dapat dikatakan memiliki permintaan uniter elastis.
d. Permintaan elastis : elastisitas > 1.
Prosentase perubahan kuantitas permintaan > prosentase perubahan harga. Ini sering terjadi pada produk yang mudah dicari substitusinya. Misalnya saja pakaian, makanan ringan, dan lain sebagainya. Ketika harganya naik, konsumen akan dengan mudah menemukan barang penggantinya.
e. Permintaan elastis sempurna : elastisitas tak terhingga.
Dimana pada suatu harga tertentu pasar sanggup membeli semua barang yang ada di pasar. Namun, kenaikan harga sedikit saja akan menjatuhkan permintaan menjadi 0.

B. Elastisitas Harga Penawaran


Elastisitas harga penawaran mengukur seberapa banyak penawaran barang dan jasa berubah ketika harganya berubah. Elastistas harga ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang ditawarkan sebagai akibat dari satu persen perubahan harga.

Ada lima jenis elastisitas penawaran :
a. Penawaran tidak elastis sempurna : elastisitas = 0.
Penawaran tidak dapat ditambah pada tingkat harga berapapun, sehingga kurva penawaran (S) akan terlihat vertikal.
b. Penawaran tidak elastis : elastisitas < 1.
Perubahan penawaran lebih kecil dari perubahan harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif kecil terhadap penawaran.
c. Penawaran uniter elastis : elastisitas = 1.
Perubahan penawaran sama dengan perubahan harga.
d. Penawaran elastis : elastisitas > 1.
Perubahan penawaran lebih besar dari perubahan harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif besar terhadap penawaran.
e. Penawaran elastis sempurna : elastisitas tak terhingga.
Perusahaan dapat menyuplai berarapun kebutuhan pada satu tingkat harga tertentu. Perusahaan mampu menyuplai pada biaya per unit konstan dan tidak ada limit kapasitas produksi.

Sunday, April 10, 2011

Tugas 1 Teori Organisasi Umum 2

1. Definisi Ekonomi dan Masalah Pokok

Jawab:
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas.
Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Masalah Ekonomi dan Kebutuhan untuk Membuat Pilihan dalam kehidupan sehari-hari setiap individu, perusahaan-perusahaan dan masyarakat secara keseluruhannya akan selalu menghadapi persoalan-persoalan yang bersifat ekonomi
Kegiatan ekonomi dapat didefinisikan sebagai kegiatan seseorang atau suatu perusahaan ataupun suatu masyarakat untuk memproduksi barang dan jasa maupun mengkonsumsi (menggunakan) barang dan jasa tersebut.
Masalah Pokok Perekonomian
Masalah kelangkaan
Masalah kelangkaan atau kekurangan berlaku sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara
(i) kebutuhan masyarakat
(ii) faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat.
Faktor-faktor produksi yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang-barang tersebut adalah relatif terbatas. Oleh karenanya masyarakat tidak dapat memperoleh dan menikmati semua barang yang mereka butuhkan atau inginkan. Mereka perlu membuat dan menentukan pilihan.
(i) Kebutuhan Masyarakat
Yang dimaksudkan dengan kebutuhan masyarakat adalah keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi barang dan jasa. Sebagian barang dan jasa ini diimport dari luar negeri. Tetapi kebanyakan diproduksikan di dalam negeri. Keinginan untuk memperoleh barang dan jasa dapat dibedakan kepada dua bentuk:
• Keinginan yang disertai oleh kemampuan untuk membeli.
• Keinginan yang tidak disertai oleh kemampuan untuk membeli.
(ii) Faktor-faktor produksi
Yang dimaksudkan dengan faktor-faktor produksi adalah benda-benda yang disediakan oleh alam atau diciptakan oleh manusia yang dapat digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa.
Faktor-faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian dibedakan kepada empat jenis, yaitu:
1. Tanah dan sumber alam, faktor produsi ini disediakan oleh alam. Faktor produksi ini meliputi tanah, barang tambang, hasil hutan dan sumber alam yang dapat dijadikan modal seperti air yang dibendung untuk irigasi atau untuk pembangkit tenaga listrik.
2. Tenaga kerja, faktor produksi ini bukan saja jumlah buruh yang terdapat dalam perekonomian. Pengertian tenaga kerja meliputi keahlian dan keterampilan. Dari segi keahlian dan pendidikannya tenaga kerja dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu: tenaga kerja kasar, tenaga kerja terampil dan tenaga kerja terdidik.
3. Modal, faktor produksi ini merupakan benda yang diciptakan oleh manusia dan digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang dibutuhkan.
4. Keahlian keusahawanan, faktor produksi ini berbentuk keahlian dan kemampuan pengusaha untuk mendirikan dan mengembangkan berbagai kegiatan usaha. Kealian keusahawanan meliputi kemahiran mengorganisasi ketiga sumber atau faktor produksi tersebut secara efektif dan efisien sehingga usahanya berhasil dan berkembang serta dapat menyediakan barang dan jasa untuk masyarakat.

2. Pengertian Sistem Perekonomian

jawab:
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.


3.Pengertian Permintaan dan Penawaran


Jawab:
Penawaran (bahasa Inggris: supply), dalam ilmu ekonomi, adalah banyaknya barang atau jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu.
Permintaan berkaitan dengan keinginan konsumen akan suatu barang dan jasa yang ingin dipenuhi. Dan kecenderungan permintaan konsumen akan barang dan jasa tak terbatas.

Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran

Hukum Permintaan : "Semakin rendah harga suatu barang, maka makin banyak jumlah barang yang diminta dan sebaliknya semakin tinggi harga suatu barang, maka jumlah yang diminta berkurang"
Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.

4. Macam-macam Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran

Jawab:
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi permintaan terhadap barang dan jasa, antara lain :


- Tingkat pendapatan seseorang/masyarakat
- Jumlah penduduk
- Selera penduduk
- Fluktuasi ekonomi
- Harga barang yang di tuju
- Harga barang subsitusi
- Faktor lain (harapan, hubungan sosial, dan politik)


Besar kecilnya permintaan di tentukan oleh tinggi rendahnya harga, tentu saja hal ini akan berlaku bila faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan tidak ada perubahan (tetap) atau disebut ada dalam keadaan ceteris paribus.


Dalam keadaan seperti itu, berlaku perbandingan terbalik antar harga terhadap permintaan dan perbandingan lurus antara harga dengan penawaran seperti apa yang dikatakan Alfred Marshall. Yang menyebutkan bahwa perbandingan terbalik antara harga terhadap permintaan disebut sebagai hukum permintaan.


Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penawaran terhadap barang dan jasa, antara lain :


- Harga barang yang dituju
- Biaya produksi dan ongkos
- Tujuan produksi
- Teknologi yang digunakan
- Harga barang subsitusi
- Lain hal (factor sosial/politik)


Apabila terdapat perubahan harga barang yang dituju, sedangkan factor-faktor yang mempengaruhi penawaran seperti : biaya produksi dan ongkos, tujuan produksi , teknologi yang digunakan, harga barang subsitusi dan lain-lain hal tidak berubah. Maka penawaran akan ditentukan oleh harga, jadi besar kecilnya jumlah barang/jasa yang ditawarkan tergantung pada tinggi rendahnya harga. Menurut Alfred Marshall perbandingan lurus antara harga terhadap penawaran disebut sebagai hukum penawaran.

5. Macam-macam Metode Penentuan Harga


Jawab:

• Pendekatan Permintaan dan Penawaran (supply demand approach).
Dari tingkat permintaan dan penawaran yang ada ditentukan harga keseimbangan (equilibrium price) dengan cara mencari harga yang mampu dibayar konsumen dan harga yang diterima produsen sehingga terbentuk jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan.
• Pendekatan Biaya (cost oriented approach).
Menentukan harga dengan cara menghitung biaya yang dikeluarkan produsen dengan tingkat keuntungan yang diinginkan baik dengan markup pricing dan break even analysis.
• Pendekatan Pasar (market approach).
Merumuskan harga untuk produk yang dipasarkan dengan cara menghitung variabel-variabel yang mempengaruhi pasar dan harga seperti situasi dan kondisi politik, persaingan, sosial budaya, dan lain-lain.

Saturday, November 27, 2010

Tugas 5 Penyalahgunaan Data

1. Sebutkan cara penyusunan warkat yang saudara ketahui
   Jawab:
   Cara penyusunan paper/warkat, misalnya :
   1. Sistem penyusunan papers menurut abjad
   2. Sistem penyusunan papers menurut subyek
   3. Sistem penyusunan papers menurut waktu
   4. Sistem penyusunan papers menurut daerah
   5. Sistem penyusunan papers menurut nomor
2. Untuk jenis warkat wesel, cek, surat pembelian disusun / ditaruh dengan cara apa?
   Jawab:
   Untuk jenis warkat, wesel dan cek dapat disusun dengan sistem penyusunan papers menurut nomor.
3. Apa yang anda ketahui tentang RECORD RETENTION SCHEDULE?
   Jawab:
   Record Retention Schedule adalah suatu kebijaksanaan yang harus dilakukan dalam rangka proses manajemen, yaitu yang berhubungan dengan penggolongan, pemilihan, distribusi, ataupun disposisi dari record untuk menentukan record-record mana yang perlu tetap disimpan untuk selama-lamanya, serta jenis record mana yang dan dalam jangka waktu berapa lama pula perlu dimusnahkan karena sudah tidak diperlukan lagi.
4. Apa yang anda ketahui dengan TABULATING?
   Jawab:
   Tabulating adalah suatu cara mengumpulkan data dan fakta yang sesuai dengan cakupan bidang masing-masing menjadi suatu daftar atau tabel, sehingga tidak terjadi pengulangan kata atau kalimat, dan bisa memberikan analisa yang rasional, obyektif serta menunjukkan logika hubungan antara data, fakta, peristiwa dan lainya.

Tugas 4 Mis Comunication

1. Jelaskan syarat komunikasi yang baik dan berhasil?
   Jawab:
   Syarat-syarat komunikasi yang baik dan berhasil adalah sebagai berikut :
   Jelas, yaitu dinyatakan ke dalam bahasa yang dimengerti oleh si penerima berita.
   Tepat, dalam hal orang yang dituju untuk diberi berita atau informasi yang perlu disampaikan.
   Sasaran, tujuan pemberian berita atau informasi sebaiknya sesuai dengan yang diharapkan oleh si pengirim.

2. Apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi penyimpangan data yang efisien dan fleksibel?
   Jawab:
   Mengatasi penyimpangan data yang efisien dan fleksibel yaitu dengan melakukan pemeriksaan ulang pada data-data tersebut hingga semua datanya benar.
   Caranya dengan Mengaudit Mutu Internal. Tujuan dari audit mutu internal adalah untuk menilai kepatuhan pada sumber dokumentasi diklat, cara pemberian pelatihan dan dokumentasi kebijakan diklat yang relevan. Metode ini efektif untuk pemberian pelatihan yang dipersingkat. Data yang dikumpulkan selama audit-audit ini akan digunakan untuk menyoroti setiap penyimpangan dan merekomendasikan tindakan yang diperlukan untuk mengatasi penyimpangan tersebut. Untuk kursus yang lebih besar, audit mutu internal akan dilaksanakan dengan menggunakan modul. Teknik-teknik untuk pengumpulan data antara lain observasi, wawancara, dan analisa dokumen.

3. Sebutkan cara peyusunan paper/warkat yang saudara ketahui?
   Jawab:
   Cara penyusunan paper/warkat, misalnya :
   1. Sistem penyusunan papers menurut abjad
   2. Sistem penyusunan papers menurut subyek
   3. Sistem penyusunan papers menurut waktu
   4. Sistem penyusunan papers menurut daerah
   5. Sistem penyusunan papers menurut nomor

4. Sebutkan Prinsif dalam dari Tata Kerja, Sistem Kerja dan Prosedur Kerja
   Jawab:
   Prinsip dalam dari Tata kerja, Prosedur kerja, dan Sistem kerja :
   • Tata kerja, prosedur kerja dan sistem tata kerja harus disusun dengan memperhatikan segi-segi tujuan, fasilitas, peralatan, material, biaya, dan waktu yang tersedia serta segi luas, macam dan sifat dari tugas atau pekerjaan.
   • Untuk mempersiapkan hal-hal itu dengan setepat-tepatnya maka haruslah terlebih dahulu dipersiapkan adanya penjelasan tentang tujuan pokok organisasi, skema, klasifikasi jabatan, analisa jabatan, unsur kegiatan organisasi dan sebagainya.
   • Pilih salah satu pokok bidang tugas yang akan dibuat bagan prosedurnya.
   • Selanjutnya harus dibuat dan dijelaskan daftar dari tiap-tiap detail pekerjaan yang harus dilakukan berikut lamanya waktu yang diperlukan untuk melaksanakan bidang tugas yang termaksud.
   • Dalam penetapan tahap demi tahap dalam rangkaian pekerjaan (misalnya surat prosedur surat keluar) maka antara tahap yang satu dengan tahap berikutnya harus betul-betul terdapat saling berhubungan yang sangat erat yang keseluruhannya menuju kearah satu tujuan.
   • Dan tiap-tiap tahap itu harus betul-betul merupakan suatu kerja yang nyata dan perlu untuk pelaksanaan dan penyelesaian seluruh tugas atau pekerjaan yang dimaksud.
   • Di samping itu harus ditetapkan pula skill atau kecakapan dan keterampilan tenaga kerja yang diperlukan untuk penyelesaian bidang tugas termaksud. jadi ini dimaksudkan untuk tidak memperpanjang prosedur kerja.

Tugas 3 Organisasi Informal

1.Sebutkan gaya kepemimpinan yang saudara ketahui?
  Jawab:
  Gaya Kepemimpinan adalah pendekatan lain yang dapat dilakukan untuk memahami kepemimpinan yang sukses dengan cara memusatkan diri pada apa yang dilakukan seorang pemimpin melalui gayanya yang merupakan suatu cara pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya.
  Ada 3 macam gaya kepemimpinan yang berbeda, diantaranya:
  Otokratis, adalah gaya kepemimpinan yang memiliki ciri-ciri semua penentuan kebijaksanaan dilakukan oleh pemimpin, pemimpin biasanya mendikte tugas kerja bersama setiap anggotanya.
  Demokratis, adalah gaya kepemimpinan yang meiliki ciri-ciri semua kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan diambil dengan dorongan-dorongan dan bantuan dari pemimpin.
  Laissez Faire, adalah gaya kepemimpinan yang memiliki ciri kebebasan penuh bagi keputusan kelompok atau individu dengan partisipasi minimal dari pemimpin, dan juga sama sekali tidak ada partisipasi dari pemimpin dalam penentuan tugas.
2. Sebutkan manfaat dari organisasi informal?
   Jawab:
   Manfaat-manfaat dari adanya organisasi informal diantaranya:
   1. Sebagai pendukung tujuan organisasi
   2. Sebagai alat komunikasi tambahan
   3. Sebagai alat pemuas kebutuhan sosial
   4. Dapat membantu manajer yang kurang mampu
3. Sebutkan beberapa jenis bagian struktur organisasi ?
   Jawab:
   Berdasarkan teknik atau cara membuatnya:

   1. Skema organisasi Tegak Lurus dari atas ke bawah
   2. Skema organisasi Mendatar dari kiri ke kanan
   3. Skema organisasi gabungan Tegak Lurus dan Mendatar
   4. Skema Organisasi Lingkaran
   5. Skema Organisasi Gambar

   Berdasarkan isi atau fungsi didalamnya:

   1. Skema Organisasi Fungsional
   2. Skema Organisasi Jabatan
   3. Skema Organisasi Nama
   4. Skema Organisasi Nama dan Jabatan
   5. Skema Organisasi Struktur

3. Jelaskan perbedaan dari Tata Kerja, Sistem Kerja dan Prosedur Kerja ?
   Jawab:
   Tata Kerja adalah cara melaksanakan suatu pekerjaan dengan benar dan berhasil. Yang bertujuan untuk tercapai tingkat efisiensi yang maksimal.
   Sistem Kerja adalah susunan antara tata kerja dengan prosedur yang menjadi satu kesatuan. tujuannya untuk terbentuk suatu pola tertentu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
   Prosedur Kerja adalah tahapan dalam tata kerja yang harus dilalui suatu pekerjaan baik mengenai darimana asal dan mau menuju kemana, serta kapan pekerjaan tersebut akan selesai. tujuannya untuk memaksimalkan pekerjaan secara efektif dan efisien.

Sunday, November 14, 2010

Tugas Jawaban SoftSkill Organisasi Metode 2 (Martani)

Fadli R
11109840
2KA21

1. Jelaskan ruang Lingkup ormet?
2. Mengapa uang bisa dijadikan sebagai motivasi dalam kerja?
3. Apa sebab timbulnya organisasi informal?
4. Apa yang dimaksud dengan "Jendela Johari"?

Jawabannya:
1. Kegiatan dalam ruang lingkup ormet diantaranya:
     *Analisis organisasi
     *Komunikasi dalam organisasi
     *tata kerja, prosedur dan sistem kerja
     *Filling
     *Penyimpanan data & dokumen
     *Pendayagunaan mesin kantor & peralatan
     *Penyusunan tata ruang & perencanaannya
     *Penulisan laporan
     *Penyusunan buku pedoman kerja
     *Penyusunan anggaran belanja
     *Analisis kepegawaian
2. karena masyarakat kebanyakan memerlukan uang untuk memenuhi pembelian kebutuhan hidupnya demi kelangsungan hidupnya, dan juga disebabkan karena kemajuan zaman akan semakin meningkatkan pula kebutuhan ekonominya.
banyak hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan uang, diantaranya:
     *bekerja di suatu perusahaan
     *menjadi buruh pabrik
     *menjadi pedagang, dll
3. Banyak alasan kenapa bisa muncul dan berkembang organisasi informal, beberapa diantaranya:
     *pada dasarnya individu memiliki kebutuhan untuk mendapatkan kepuasan dalam berafiliasi dengan orang-orang di lingkungannya,
     *Jika dalam organisasi formal kebutuhan tersebut kurang terpenuhi maka ia akan mencari sumber lain untuk memnuhi kebutuhannya dengan cara mengikuti organisasi informal,
     *Munculnya biasanya dikarenakan adanya suatu kelompok orang yang memiliki kebutuhan yang sama.
4. jendela Johari pada dasarnya menggambarkan tingkat saling pengertian antar orang yang berinteraksi, diperkenalkan oleh Joseph Luth dan harry Ingram (karena disebut Johari),
Jendela Johari adalah konsep komunikasi yang diperkenalkan oleh Joseph Luth dan harry ingram.

Saturday, October 30, 2010

Tugas1 Teori Organisasi Umum

1.    Sebutkan 6 (sumber-sumber) manajemen ( The Six M’s Manajement)?
Jawab:
1.Man
Manusia (pelaksana yang handal dan terampil)
2.Money
Keuangan (ketersediaan dana)
3.Machines
Perlengkapan mesin-mesin sebagai alat bekerja (apabila diperlukan)
4.Methods
Metode (cara)
5.Materials
Sarana dan prasarana
6.Market
Pemasaran (pemasyarakatan dan pembudayaan)

2.    Mengapa Market dan Methods tidak termasuk dalam sumber-sumber manajemen?
Jawab:
Dalam kegitan manajemen ke-6 sumber diatas mutlak diperlukan tetapi dalam sudut pandang O & M, Methods & Market tidak disebut sebagai sumber.
Metode hanyalah cara yang dipergunakan sedangkan market adalah wahana untuk memperluas sasaran kegiatan.

3.    Apa yang dimaksud dengan Efisien dan Efektif?
Jawab:
Efisiensi adalah Perbandingan terbaik atau rasionalitas antara hasil yang diperoleh (output) dengan kegiatan yang dilakukan dalam penggunaan sumber-sumber & waktu (input)
Efektif adalah suatu usaha yg telah dilaksanakan dengan tepat dalam arti target tercapai sesuai waktu yang ditetapkan tanpa mengabaikan kualitas.

4.    Sebutkan kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam scope O & M?
Jawab:
Beberapa jenis kegiatan yang termasuk dalam scope O&M diantaranya:
1.    Analisis Organisasi
2.    Komunikasi dalam organisasi
3.    Tata kerja, sistem kerja dan prosedur
4.    Pentingnya filling
5.    Penyimpanan data dan dokumen
6.    Formulir
7.    Pendayagunaan mesin kantor& peralatannya
8.    Penyusunan tata ruang &peralatannya
9.    Penulisan laporan
10.    Penyusunan buku pedoman kerja
11.    Penulisan laporan
12.    Penyusunan anggaran belanja
13.    Analisis kepegawaian

Wednesday, May 19, 2010

Cinta Kepada Alam Dan Lingkungan


Mengapa kita harus mencintai alam?
Karena dari alamlah kita hidup, alam yang yang memberikan kita tempat untuk tinggal, alam menghasilkan berbagai macam makanan untuk kita, alam menyediakan air yang segar untuk minum kita, oleh karena itu kita harus mencintai alam dan tidak merusaknya sebagai mana Tuhan telah memberikan sebuah amanah untuk kita agar kita menjadi khalifah di bumi yang senantiasa menjaga kelestarian alam demi kelangsungan hidup seluruh umat manusia.

Namun, karena ketamakan manusia yang senantiasa hidup untuk kepentingan pribadinya dan selalu merasa kurang puas, alam pun dikorbankan untuk dijadikan sebagai tambang emas yang sangat berharga untuk di eksploitasi demi memuaskan kepentingan duniawinya sendiri, contohnya hutan-hutan ditebangi seenaknya tanpa adanya upaya penanaman kembali atau yang dalam istilah kerennya disebut reboisasi, hutan-hutan dibakar untuk dijadikan lahan untuk bercocok tanam serta untuk dijadikan tempat tinggal, gunung-gunung batu kapur digali seenaknya untuk mendapatkan batu kapurnya, sumber minyak-minyak didalam perut bumi dihisap secara besar-besaran tanpa menyisakan sumber minyak-minyak bagi generasi umat manusia selanjutnya, semuanya dilakukan demi memuaskan nafsu duniawinya saja tanpa berpikir jauh kedepan bahwa cucu-cucu kita nanti juga berhak menikmati semua yang ada di alam ini, dengan melakukan hal-hal yang dapat merusak alam dan lingkungan berarti kita telah merampas hak untuk menikmati alam dan segala potensi yang ada untuk generasi kita selanjutnya, kalau itu terjadi maka generasi-generasi kita selanjutnya akan menanggung akibat dari semua yang kita lakukan saat ini, mereka akan kekurangan cadangan makanan yang diakibatkan oleh musim yang tidak menentu akibat dari pemanasan global, mereka akan kekurangan air bersih, karena sumber-sumber cadangan air bersih saat ini rata-rata telah tercemar oleh limbah-limbah pabrik industri, mereka akan kesulitan mendapatkan sumber-sumber minyak bumi lagi karena sumber-sumber minyak yang ada telah habis tereksploitasi, akan ada banyak makhluk hidup yang akan punah yang diakibatkan karena hutan tempat mereka hidup telah habis ditebangi.

Semua dapat terjadi karena kita kurang peduli terhadap alam, kita terlalu egois sehingga hanya memikirkan urusan perutnya sendiri.
Namun semuanya belum terlambat, kita masih bisa melakukan usaha pelestarian alam dan lingkungan dengan sebuah tindakan kecil yang akan memberikan dampak kepada alam dan lingkungan kita nantinya.

Beberapa cara pelestarian lingkungan adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan, kalau bisa sampah-sampah tersebut harus dipisah-pisahkan antara sampah organik atau sampah yang bisa diurai dan sampah yang anorganik atau sampah yang tidak dapat diurai,sampah-sampah organik dapat dijadikan sebagai pupuk kompos, serta bisa juga untuk bahan pakan ternak, sampah-sampah anorganik bisa juga untuk didaur ulang. Cara lain adalah dengan melakukan penanaman kembali hutan yang gundul serta melakukan tebang pilih supaya keseimbangan dihhutan tetap terjaga, kemudian cara melakukan usaha pelestarian alam untuk bahan-bahan tambang yang menghasilkan energi adalah dengan cara menghemat penggunaanya serta mencari sumber-sumber
energi alternatif lain.

Alam adalah rumah kita..
Pada alam tempat kita berpijak..
Kita adalah alam itu sendiri..
Dan alam adalah kita sendiri..
Sehingga tidak ada alasan untuk kita untuk tidak melestarikannya..